Kemenangan Kita
Ketika memasuki bulan Syawwal setelah Ramadlan hampir semua orang menyatakan “memasuki bulan kemenangan”. Memang benar diakui bahwa Syawwal adalah bulan kemenangan tetapi tidak semua orang yang memasuki bulan syawwal berarti otomatis menjadi pemenang. Karena kemenangan adalah sesuatu yang harus diperjuangkan tidak akan datang dengan tiba-tiba.
Terkadang perasaan menyatakan jika telah memasuki bulan kemenangan seolah ikut menjadi pemenang, padahal bisa saja orang memasuki bulan kemenangan tetapi dia menjadi pecundang! na’udzubillah wal ‘iyadzu billah . Persis keadaan di Indonesia negara yang kaya raya, sering digambarkan orang jawa dengan gemah ripah, loh jinawi, tata titi tentrem karta raharja, apa kang sarwa tinandur dumadi. Atau dikatakan dengan bukan lautan hanya kolam susu, tonggak kayu dan batu menjadi tanaman. Sayang sekali hal itu jika meninabobokkan penduduknya sehingga menjadi generasi yang merasa kaya, karena tinggal di negara yang kaya raya. Kekayaan itu seharusnya diperjuangkan bukan langsung diterima begitu saja dengan abra ka dabra atau sim salabim dengan menyatakan sesame buka pintu (kekayaan). Sama perihalnya dengan orang-orang yang memasuki bulan kemenangan, tidak otomatis mejadi pemenang Kini siapapun diantara manusia yang memasuki bulan kemenangan ini alangkah indahnya jika masing-masing berusaha berjuang dan memperjuangkan kemenangan itu agar bisa seperti orang jawa katakan ngalahake tanpa ngasorake ( menjadi pemenang tanpa menghinakan). Semoga Allah SWt selalu membuka kemenangan itu terhadap diri kita terhadap hati kita dalam perjuangan mengalahkan hawa nafsu yang emnginginkan berlebih-lebihan mencintai dunia dan takut mati.-
Terkini
-
Taut
-
Arsip
- Mei 2008 (3)
- Februari 2008 (1)
- Januari 2008 (3)
- November 2007 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS